Testimoni

Apa Kata Mereka Tentang Bali Usada

Agus Rina

Sahabat Meditasi

Saat Kematian Terasa Dekat, Saya Belajar Menghayati Hidup
Nama saya Agus Rina. Ini adalah kali kedua saya mengikuti Tapa Brata 2. Pertama kali saya ikut meditasi, saya masih ingat sekali. Saya menangis seperti anak kecil. Waktu itu saya baru saja didiagnosis oleh dokter di Malaysia. Dokternya sangat berpengalaman, menurut saya jam terbangnya tinggi sekali. Dan dia mengatakan bahwa dalam waktu sekitar satu tahun, jika saya tidak melakukan transplantasi organ liver, saya bisa meninggal.

Nia Dinata

Sahabat Meditasi

Nia Dinata: 15 Tahun Menunggu, 7 Hari Mengubah Segalanya
Saya Nia, dari Jakarta. Mungkin saya mulai dari sedikit mundur. Dua bulan lagi usia saya genap 56 tahun. Kemarin, setelah selesai mengikuti Tapa Brata ini, saya datang bersama teman baik saya, Mbak Ani dari Yogyakarta. Kami berpelukan dan berkata, “Ya ampun, kita sudah setua ini, tapi kita bisa melakukannya.” Itu sangat mengharukan.

Haekal

Sahabat Meditasi

Semakin Saya Mengejar, Semakin Saya Hilang
Perkenalkan, nama saya Haekal, saya dari Jakarta. Saya akan mulai dari latar belakang. Saya ini bisa dibilang seorang corporate slave yang cukup patuh—bekerja 9 to 5 sejak lulus kuliah dan meniti karier. Saat ini saya bekerja di salah satu perusahaan teknologi di Jakarta sebagai Head of Marketing.

Melodya

Sahabat Meditasi

Melepaskan Trauma dari Luka Keluarga
Saya Melodya dari Jakarta. Saya tidak memiliki penyakit fisik tertentu, tetapi saya menyadari bahwa saya menyimpan rasa marah terhadap orang tua saya. Sedikit latar belakang, keluarga saya tidak harmonis, tidak ada kehadiran batin, tidak ada cinta kasih, tidak ada kesadaran, dan tidak ada kebijaksanaan dalam hubungan sehari-hari. Ketidakharmonisan itu membuat saya menyimpan banyak luka dan trauma. Di usia dua puluhan, saya mulai menyadari hal ini, mengakuinya, dan menerima bahwa saya memang memiliki trauma, dan itu tidak apa-apa.

Rosna

Sahabat Meditasi

Saya Sangat Sensitif Terhadap Penolakan
Saya Rosna dari Jakarta. Saya sudah mengikuti Tapa Brata 1 sebanyak lima kali, dan Tapa Brata 2 sekali. Setiap kali saya ikut, selalu ada pengalaman yang sangat berkesan dan membuat saya terus bertumbuh.