Testimoni

Apa Kata Mereka Tentang Bali Usada

Ibnu

Sahabat Meditasi

Ketika Pikiran Penuh, Hidup Terasa Berhenti
Saya Ibnu dari Surabaya. Awal mula saya datang ke sini karena saya merasa sulit sekali untuk fokus, terutama dalam pekerjaan. Saya masuk kantor dan absen seperti biasa, tetapi di sana pikiran saya terus berjalan tanpa ada eksekusi. Hal itu terjadi bukan hanya satu atau dua hari, tetapi sampai berbulan-bulan.

Willi

Sahabat Meditasi

Aku Tidak Harus Memikul Semuanya Sendirian
Nama saya Willi, asal saya dari Medan. Saya ingin berbagi sedikit tentang awal mula saya bisa hadir di Bali Usada dan mengikuti program Tapa Brata ini.

Dalvin

Sahabat Meditasi

Ketika Meditasi Membuka Memori yang Selama Ini Dipendam
Saya Dalvin. Aslinya saya dari Jakarta, tapi sekarang sudah pindah ke Bali. Kenapa saya bisa ada di sini?

Marcella

Sahabat Meditasi

Ketika Seorang Terapis Belajar Mengisi Ulang Diri
Nama saya Marcella. Saya adalah seorang terapis, dan saya ingin berbagi cerita tentang alasan saya mengikuti Tapa Brata, serta beberapa proses yang saya rasakan selama berada di sini.

Agus Rina

Sahabat Meditasi

Saat Kematian Terasa Dekat, Saya Belajar Menghayati Hidup
Nama saya Agus Rina. Ini adalah kali kedua saya mengikuti Tapa Brata 2. Pertama kali saya ikut meditasi, saya masih ingat sekali. Saya menangis seperti anak kecil. Waktu itu saya baru saja didiagnosis oleh dokter di Malaysia. Dokternya sangat berpengalaman, menurut saya jam terbangnya tinggi sekali. Dan dia mengatakan bahwa dalam waktu sekitar satu tahun, jika saya tidak melakukan transplantasi organ liver, saya bisa meninggal.