Testimoni

Apa Kata Mereka Tentang Bali Usada

resized-person-dummy-65

Komang

Sahabat Meditasi

Maafkan Aku Ibu
Aku Komang. Sejak bayi aku tidak diasuh oleh kedua orang tua kandungku. Aku tak tahu bagaimana ceritanya, sejak bayi merah aku diasuh oleh kakek dan nenek di sebuah desa yang cukup tentram. Ayah dan Ibuku berpisah dan masing-masing memilih jalan hidup sendiri. Aku besar seorang diri. Hingga aku duduk di bangku SMP dan SMA, saat aku belajar seorang diri, aku sering menangis. Merasakan kesepian hati seorang anak tanpa ayah dan ibu yang mendampingi sehari-hari.
resized-person-dummy-65

Ibu Juliawaty Widjaja

Sahabat Meditasi

Saya cerita sedikit perkenalan saya dengan Bali Usada. Saya baru kenal Bali Usada tahun lalu ketika pandemi. Itu lucu perkenalannya. Saya waktu itu memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada teman saya yang kebetulan tinggal di Belanda. Lalu dia bilang begini, “Saya tidak kasih balasan ya, saya kasih ini nih biar pada hidup sehat.”
resized-person-dummy-65

Christina

Sahabat Meditasi

Saya Christina. Saya tinggal di Singapura. Saya ingin sharing tentang journey saya. Kebetulan adik saya juga ikut di kelas ini, Ibu Michelle. Mungkin dimulai tahun 2017 kami ke Bhutan.
resized-person-dummy-65

Felicia Regina

Sahabat Meditasi

Nama saya Felicia. Saya ingin sedikit sharing tentang pengalaman saya berlatih meditasi. Saya mulai mengenal meditasi sekitar tahun 2014. Awal mulanya karena papa saya meninggal. Pada saat itu ada distraction.
resized-person-dummy-65

Betty Salim

Sahabat Meditasi

Saya Betty dari Jakarta, ibu dari 2 orang putri. Saya mau mengucapkan selamat kepada tim Bali Usada yang menurut saya telah sukses mengadakan meditasi intensif Tapa Brata. Saya baru merasakan di beberapa sesi, saya beruntung sekali.