Jika kita berjalan, umumnya bisa seimbang, tapi istri saya seperti orang mabuk—tidak seimbang. Kami memiliki empat anak, anak ketiga lahir pada tahun 2014. Anak keempat dikandung saat istri saya sedang dalam kondisi cukup parah, yaitu pada tahun 2023. Selisih usia antara anak ketiga dan keempat sekitar sembilan tahun. Saat itu, keseimbangan tubuh istri saya sudah sangat buruk, bahkan sampai tidak bisa bangun untuk waktu lama. Ditambah lagi, kehamilan membuatnya sulit bergerak dan tidur. Hal ini membuat istri saya stres, dan sebagai suami, saya pun ikut merasakannya.
Kami pertama kali mengenal Bali Usada pada tahun 2020. Waktu itu, saat pandemi COVID-19, kami terdampar di Bali selama kurang lebih tiga bulan. Saya ingat saat itu varian delta merebak, dan penerbangan dilarang. Kami memutuskan tinggal di Bali selama tiga bulan. Saya pikir, tinggal di villa yang jaraknya jauh-jauh lebih aman daripada di Jakarta yang padat, sehingga lebih mudah tertular. Karena kegiatan offline tidak tersedia, akhirnya kami ikut Tapa Brata online.
Sama seperti Tapa Brata offline, saat mengikuti Tapa Brata online, saya tidak berbicara selama seminggu. Dari situ saya mempelajari kurikulumnya, meskipun menurut saya, versi offline seperti sekarang ini lebih efektif. Namun, Tapa Brata online juga cukup menarik karena pesertanya bisa berasal dari seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Ini memperkenalkan teknik meditasi kesehatan secara lebih luas.
Istri saya awalnya enggan ikut, tapi setiap hari mendengarkan ceramah Pak Merta melalui YouTube. Ada beberapa judul favorit, salah satunya Parkinson. Ceramah ini didengarkan setiap hari, meskipun awalnya hanya sebagai pengantar tidur. Jadi, yang awalnya berniat untuk mendengarkan, tapi akhirnya malah tertidur. Tidak apa-apa, mungkin pesan dari ceramah tetap masuk walau sambil tidur.
Akhirnya, entah bagaimana, istri saya berkata, “Oke deh, kalau begitu saya ikut Tapa Brata.” Rencananya, beliau ingin mengikuti yang di bulan Desember di Candi Beach. Namun, karena pekerjaan saya di bulan Desember cukup padat, kami memutuskan untuk ikut di bulan Februari.
Hasilnya cukup menggembirakan. Awalnya istri saya merasa takut untuk berdiri tanpa pegangan. Namun sekarang, seperti yang saya lihat tadi, beliau sudah mampu berdiri hampir setengah jam saat olahraga kesadaran. Saya sempat merekamnya, dan selama berdiri mungkin hanya perlu memegang 2-3 kali saja. Jika dibandingkan sebelumnya yang berdiri dua detik saja sudah gemetar, sekarang bisa berdiri 30 menit dan masih tetap kuat. Kemarin saya juga tes untuk berjalan, dan beliau sudah bisa melangkah sekitar 2-3 langkah.
Harapannya, pelan-pelan kemampuan motoriknya akan terus membaik. Tadi Pak Merta juga sudah memberikan saran dan nanti akan diberikan pengobatan. Kami juga sudah berkonsultasi dengan beberapa dokter saraf, jadi akan kami kombinasikan dengan fisioterapi dan perawatan dari dokter saraf. Semoga dengan usaha ini, kondisi istri saya akan terus membaik. Terima kasih.